Lewati ke konten utama
DigiMarket

Kalkulator gratis

Kalkulator HPP dan Harga Jual

Hitung modal per produk, lalu dapatkan harga jual yang tetap memberi laba sesudah dipotong marketplace, payment gateway, atau komisi affiliate.

Rp

Total untuk satu kali produksi.

Rp

Upah untuk produksi yang sama, termasuk upahmu sendiri.

Rp

Kemasan, listrik, gas, sewa, penyusutan alat, dibagi ke produksi ini.

pcs
%
%

Potongan platform = biaya admin marketplace, payment gateway, atau komisi affiliate dalam persen dari harga jual. Isi 0 kalau jualan langsung.

Hasil

HPP per produk
Rp 18.000
Harga jual minimal
Rp 30.000
Harga jual dibulatkan
Rp 30.000
Potongan platform
Rp 3.000
Laba bersih per produk
Rp 9.000
Setara markup dari HPP
50%
Laba dan markup di atas dihitung dari harga yang sudah dibulatkan.

Apa itu HPP

HPP (harga pokok produksi) adalah total biaya untuk membuat satu produk sampai siap dijual. Angka ini jadi lantai harga jualmu. Jual di bawah HPP berarti rugi di setiap barang, berapa pun banyaknya yang laku.

Banyak penjual menghitung HPP dari bahan baku saja. Hasilnya harga terlihat untung di kertas, tapi uang di rekening tidak bertambah, karena upah, kemasan, listrik, dan potongan platform belum ikut dihitung.

Rumus HPP per produk

HPP per produk = (biaya bahan + biaya tenaga kerja + biaya overhead) / jumlah produk jadi

  • Bahan baku: semua bahan yang menjadi bagian produk. Untuk kue: tepung, gula, telur, mentega.
  • Tenaga kerja: upah orang yang membuat produk itu, termasuk upahmu sendiri. Kalau kamu menghitung tenagamu nol, kamu sebenarnya bekerja gratis.
  • Overhead: biaya yang tidak menempel di produk tapi tetap keluar, seperti kemasan, label, gas, listrik, sewa tempat, dan penyusutan alat. Bagi biaya bulanannya ke jumlah produksi sebulan.

Contoh: satu kali produksi 100 toples keripik butuh bahan Rp1.200.000, upah Rp400.000, dan overhead Rp200.000. Totalnya Rp1.800.000, jadi HPP per toples Rp18.000.

Menentukan harga jual dari HPP

Ada dua cara yang sering tertukar. Markup dihitung dari HPP: HPP Rp18.000 dengan markup 30% jadi Rp23.400. Margin dihitung dari harga jual: margin 30% artinya 30% dari harga jual adalah laba. Untuk HPP Rp18.000, harga dengan margin 30% adalah Rp18.000 / 0,7 = sekitar Rp25.714.

Kalkulator ini memakai margin, karena potongan marketplace dan payment gateway juga dihitung dari harga jual. Rumusnya:

Harga jual = HPP / (1 - margin - potongan platform)

Dengan HPP Rp18.000, margin 30%, dan potongan platform 10%, harga jual minimal adalah Rp18.000 / 0,6 = Rp30.000. Dari Rp30.000 itu, platform memotong Rp3.000, modal kembali Rp18.000, dan laba bersihmu Rp9.000, tepat 30% dari harga jual.

Kalau kamu hanya menambah 30% ke HPP lalu menjual di marketplace yang memotong 10%, labamu tinggal sekitar Rp3.060 per toples, jauh dari yang kamu kira.

Apa yang dimasukkan ke potongan platform

Jumlahkan semua potongan yang dihitung dalam persen dari harga jual, misalnya:

  • biaya admin atau komisi marketplace;
  • biaya program gratis ongkir atau cashback yang kamu ikuti;
  • biaya payment gateway atau MDR QRIS (hitung dengan Kalkulator MDR QRIS);
  • komisi affiliate kalau produkmu dipromosikan affiliate (perkirakan dengan Kalkulator Komisi Affiliate).

Tarif marketplace berbeda per kategori dan sering berubah. Ambil angkanya dari pusat edukasi atau dashboard penjual platformmu, jangan dari tangkapan layar lama.

Untuk produk digital

Ebook, template, kursus, dan software hampir tidak punya biaya bahan per unit. HPP-nya datang dari biaya membuat sekali (waktu, desain, alat) yang dibagi ke perkiraan jumlah penjualan, ditambah biaya rutin seperti hosting dan langganan tools. Isi biaya pembuatan di kolom tenaga kerja, biaya rutin sebulan di overhead, dan target penjualan sebulan di jumlah produk jadi.

Karena HPP per unit kecil, potongan platform dan komisi affiliate yang menentukan labamu. Itu sebabnya kolom potongan platform penting untuk produk digital.

Contoh lengkap: kue kering 250 toples

Satu kali produksi menjelang hari raya menghasilkan 250 toples kue kering.

  • Bahan (tepung, mentega, gula, telur, keju): Rp2.500.000.
  • Upah dua orang selama tiga hari, termasuk upahmu: Rp900.000.
  • Overhead: toples dan stiker 250 x Rp2.000 = Rp500.000, gas dan listrik Rp100.000, total Rp600.000.

Total biaya Rp4.000.000, dibagi 250 toples, jadi HPP Rp16.000 per toples.

Jual langsung (WhatsApp, tanpa potongan) dengan margin 35%: Rp16.000 / 0,65 = Rp24.615, dibulatkan jadi Rp25.000. Laba bersih Rp9.000 per toples.

Jual di marketplace yang total potongannya 12%, dengan margin yang sama: Rp16.000 / 0,53 = Rp30.189, dibulatkan jadi Rp30.500. Platform memotong Rp3.660, laba bersih Rp10.840 per toples.

Dua harga berbeda untuk produk yang sama itu wajar. Harga di marketplace memang harus lebih tinggi supaya laba per toples tidak tergerus potongan. Banyak penjual memakai harga marketplace sebagai harga normal, lalu memberi harga lebih murah untuk pelanggan yang pesan langsung.

Contoh produk digital: ebook

Menulis dan mendesain ebook memakan waktu yang kalau dihargai setara Rp3.000.000. Langganan alat desain dan hosting halaman jualan Rp150.000 sebulan. Targetmu 100 penjualan sebulan.

  • Isi Rp3.000.000 di tenaga kerja, Rp150.000 di overhead, dan 100 di jumlah produk jadi.
  • HPP per penjualan = Rp3.150.000 / 100 = Rp31.500.
  • Potongan platform 15% (biaya payment gateway ditambah komisi affiliate), margin 40%: Rp31.500 / 0,45 = Rp70.000.
  • Dari Rp70.000, potongan Rp10.500 dan laba bersih Rp28.000 per penjualan.

Bedanya dengan barang fisik: sesudah biaya pembuatan tertutup, penjualan berikutnya hampir seluruhnya laba. Jadi angka target penjualan sangat menentukan. Target yang terlalu optimis membuat HPP terlihat kecil dan harga terlalu murah. Mulailah dari target yang realistis, lalu turunkan harga kalau penjualan ternyata jauh lebih banyak.

Biaya tetap, biaya variabel, dan titik impas

HPP per produk menjawab "berapa modal tiap barang". Pertanyaan berikutnya adalah "berapa barang yang harus terjual supaya usaha tidak rugi bulan ini". Untuk itu biaya dibagi dua:

  • Biaya variabel: naik turun mengikuti jumlah produksi, seperti bahan dan kemasan.
  • Biaya tetap: tetap keluar walau tidak ada yang terjual, seperti sewa tempat, gaji tetap, dan langganan aplikasi.

Titik impas (unit) = biaya tetap sebulan / (harga jual - biaya variabel per unit)

Contoh: biaya tetap Rp2.000.000 sebulan, harga jual Rp25.000, biaya variabel Rp14.000 per unit. Setiap barang menyumbang Rp11.000 untuk menutup biaya tetap, jadi kamu perlu menjual 2.000.000 / 11.000 = sekitar 182 unit sebulan sebelum mulai untung. Kalau angka itu jauh di atas penjualanmu sekarang, yang perlu diubah adalah harga, biaya tetap, atau cara menjual, bukan sekadar berharap lebih banyak pembeli.

Kalau mau memasang harga coret atau diskon

Harga dari kalkulator adalah harga yang benar-benar dibayar pembeli. Kalau kamu ingin menampilkan diskon, hitung harga sebelum diskon dari angka itu, bukan sebaliknya.

Harga sebelum diskon = harga jual / (1 - persen diskon)

Harga jual Rp30.000 dengan tampilan diskon 20% berarti harga coret Rp30.000 / 0,8 = Rp37.500. Kalau kamu memotong 20% dari Rp30.000, harga akhirnya Rp24.000 dan seluruh margin yang sudah dihitung ikut hilang. Pastikan juga harga coret pernah benar-benar berlaku, karena harga coret yang dibuat-buat merusak kepercayaan pembeli.

Cara membagi overhead ke tiap produk

Overhead paling sering terlupa karena tidak terlihat menempel di produk. Cara sederhana menghitungnya: catat semua biaya bulanan yang bukan bahan dan bukan upah langsung, jumlahkan, lalu bagi dengan jumlah produk yang kamu buat sebulan.

Contoh: sewa dapur Rp1.000.000, listrik dan air Rp300.000, gas Rp200.000, dan penyusutan oven Rp100.000 sebulan. Totalnya Rp1.600.000. Kalau sebulan kamu membuat 800 produk, overhead per produk Rp2.000. Angka ini kecil, tapi kalau labamu per produk hanya Rp5.000, melupakannya berarti 40% labamu sebenarnya tidak ada.

Penyusutan alat dihitung dari harga alat dibagi perkiraan umur pakainya dalam bulan. Oven Rp3.600.000 yang dipakai tiga tahun berarti Rp100.000 sebulan.

Kapan harus menghitung ulang HPP

  • Harga bahan utama naik atau turun cukup jauh.
  • Kamu ganti pemasok, kemasan, atau resep.
  • Upah naik atau kamu mulai mempekerjakan orang.
  • Platform tempatmu berjualan mengubah tarif potongan atau kamu ikut program promo baru.
  • Jumlah produksi per batch berubah, karena overhead per produk ikut berubah.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Tidak menghitung upah sendiri, sehingga usaha terlihat untung padahal kamu bekerja tanpa dibayar.
  • Lupa kemasan, label, dan bahan yang terbuang saat produksi.
  • Memakai markup dari HPP lalu menjual di platform yang memotong persentase harga jual.
  • Tidak menghitung ulang HPP saat harga bahan naik.
  • Menetapkan harga hanya dengan meniru pesaing tanpa tahu HPP sendiri.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa beda HPP dan harga jual?

HPP adalah biaya membuat satu produk. Harga jual adalah HPP ditambah laba dan semua potongan yang terjadi saat produk terjual.

Berapa margin yang wajar?

Tidak ada satu angka untuk semua usaha. Bandingkan dengan harga pesaing di kategori yang sama, lalu pastikan laba bersih per produk masih masuk akal untuk waktu dan risikomu.

Kenapa harga jual dibulatkan?

Supaya harga mudah dibaca pembeli. Kalkulator membulatkan ke atas ke kelipatan Rp100, Rp500, atau Rp1.000 tergantung besarnya harga, lalu menghitung laba dari harga bulat itu.

Ongkos kirim masuk HPP?

Kalau ongkir dibayar pembeli, tidak. Kalau kamu menanggung ongkir atau ikut program subsidi ongkir, masukkan biayanya ke overhead atau potongan platform.

Apa beda margin dan markup?

Markup dihitung dari HPP, margin dihitung dari harga jual. Markup 50% dari HPP Rp20.000 memberi harga Rp30.000, dan laba Rp10.000 itu setara margin 33% dari harga jual.

Bagaimana menghitung HPP kalau produksinya tidak per batch?

Pakai periode sebulan. Jumlahkan semua biaya bahan, upah, dan overhead selama sebulan, lalu bagi dengan jumlah produk yang selesai dibuat bulan itu.

Apakah data yang saya isi disimpan?

Tidak. Semua hitungan berjalan di browser kamu.

Kalkulator lain

Jualan produk digital?

Daftarkan produkmu di direktori DigiMarket. Gratis.

Daftarkan Produk